Dengan menggunakan gedung pinjaman yaitu memakai runagan belajar Gedung Sekolah Hakim dan Jaksa (SHD) di Jalan Ade Irma Suryani Nasution, yang telah mendapat izin direkturnya Bapak Ideham Jarkasi SH atas persetujuan Kepala Perwakilan Departemen P&K Provinsi Kalsel, kegiatan belajar dimulai.

Pendidikan pertama hanya satu kelas dengan jumlah murid 40 orang. Banyak kesulitan dan kendala yang dihadapi di tahun-tahun pertama. Disamping itu banyak pula bantuan dan fasilitas yang didapat dalam rangka memecahkan masalah, seperti bersedianya pengajar-pengajar non ISFI untuk mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pasti, Tata Buku, Hitung Dagang dan Manajement serta pelajaran Kewarga Negaraan. Belum lagi kesulitan-kesulitan di dalam perlengkapan administrasi, buku-buku literatur, sarana pelajaran lainnya untuk praktikum yang harus dimulai dalam tahun ke II.

Alhamdulillah menjelang tahun ke II sarana serta peralatan untuk perlengkapan praktikun resep dapat diatasi berkat bantuan dari :

  1. RSU Ulin Banjarmasin berupa Ruang Praktikum Resep
  2. Pengawas / Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel berupa fasilitas kemudahan dalam pembelian bahan baku obat untuk keperluan praktikum resep dari Depot Farmasi Depkes Prop Kalsel
  3. RSU Ulin Banjarmasin dan Apotek-Apotek di Banjarmasin berupa peminjaman Timbangan, Mortir dan alat-alat praktik resep lainnya.

Dalam tahun ke II ini pula SAA ISFI mendapat pengakuan dari Depkes RI dengan Surat Keputusan Menkes No 37 / Pendidikan tanggal 11 Juli 1967, sehingga kedudukan dan keberadaan SAA ISFI lebih mantap lagi

Selanjutnya disesuaikan dengan Surat Keputusan Menkes RI No 102 / Pendidikan, tanggal 23 September 1965 nama sekolah diganti dari SAA ISFI menjadi SMF ISFI Banjarmasin dan sejak tahun 2005 sesuai dengan keputusan menteri Pendidikan Nasional sekolah menengah berubah menjadi kejuruan maka berubah nama lagi menjadi SMK Farmasi ISFI Banjarmasin hingga saat ini.

Dengan perlengkapan dan sarana yang minimal itu, mutu pembelajaran tetap dijaga.

Pada tahun 1968 untuk pertama kalinya SMK Farmasi ISFI Banjarmasin mengikuti Ujian Negara dengan menghasilkan empat orang yang lulus yaitu 8% dari jumlah peserta ujian.

Dengan pengalaman-pengalaman pada ujian akhir tahun 1968 tersebut, maka pada tahun 1969, SMK Farmasi ISFI Banjarmasin dapat menghasilkan 8 orang lulusan (22,3%) dan dalam ujian akhir tahun 1970 dapat menghasilkan kelulusan 18 orang (33,3%).

Pada tahun 1971 gedung belajar di Jl. Ade Irma Suryani Nasution dipakai oleh SMEP, sehingga SMF ISFI harus pindah. Dengan usaha para pengasuh dan atas persetujuan direktur SPSA, Saudara Drs. Hartana dan diketahui oleh Kepala Perwakilan Departemen P & K Prop Kalsel SMK Farmasi ISFI diperbolehkan memakai sebagian ruangan belajar SPSA, dengan fasilitas dan sarana pendidikan disediakan sendiri oleh SMK Farmasi ISFI.

Sedang ruang praktikun resep, yang dulunya memakai salah satu ruangan di RSU Ulin Banjarmasin, karena peremajaan RSU Ulin, terpaksa pindah ke tempat lain di Jl. Sungai Mesa No 49 dengan status menyewa.

Pada tahun 1973 SMK Farmasi ISFI Banjarmasin tidak menerima murid baru untuk kelas I, karena dengan jumlah murid yang ada di kelas II dan Kelas III, pengadaan tenaga Asisten Apoteker dianggap sudah dapat terpenuhi.

Gedung belajar kemudian diserahkan kembali kepada SPSA yang kebetulan SPSA dalam programnnya menambah jumlah murid.

Pada tahun 1975, dengan adanya program dari Depkes RI untuk meningkatkab pelayanan kesehatan kepada masyarakat yaitu dibukanya puskesmas-puskesmas, maka pemerintah memerlukan tenaga Asisten Apoteker, SMK Farmasi ISFI dibuka kembali.

Problem timbul kembali mengenai ruangan belajar, ISFI Kalimantan Selatan mulai lagi merintis dari awal dengan pimpinan dipercayakan kepada Drs.H.M. Basri Riduan. Atas antuan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dr.H.M. Ansari Saleh dan Kepala Perwakilan Departemen P & K dan rekan-rekan ISFI lainnya, diberi ijin direktur AAN Negeri untuk memakai ruang belajar ex AAN tesebut di komplek IKIP Jl. Veteran No 286 Banjarmasin. Karena gedung tersebut dibawah pengawasan Laksus Kopkamtibda Kalsel/Teng dengan suratnya No : B/044/KOMDA/III/1975 tanggal 17 Maret 1975, SMF ISFI diberi ijin memakai sebagian gedung tersebut.

Dengan demikian SMK Farmasi ISFI resmi dibuka kembali dibuka kembali di gedung tersebut beralamat di Jl. Veteran No 286 Komplek IKIP Banjarmasin. Segala perlengkapan baik administrasi maupun sarana lainnya untuk pelajaran harus dipersiapkan kembali.

SMK Farmasi ISFI memulai kembali dengan murid hanya kelas I dengan jumlah siswa 40 orang siswa. Banyak kesulitan dihadapi. Kembali atas dukungan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan Perwakilan Departemen P&K Prop Kalsel pimpinan sekolah menghadap Gubernur KDH Tk I Kalsel, Bapak H. Subarjo, untuk mengemukakan masalah yang dihadapi dalam membuka kembali SMK Farmasi ISFI ini.

Oleh Bapak Gubernur akhirnya SMF-ISFI Banjarmasin diberi bantuan keuangan sebesar Rp. 100.000,- setiap bulan sejak bulan Mei 1975. Bantuan ini terus meningkat menjadi Rp. 150.000,-, Rp. 200.000,- dan Rp. 250.000,- dan berakhir tahun 1984.

Kemudian dengan keuangan yang ada tahun 1983 SMK Farmasi ISFI dapat membeli tanah seluas 2.910 meter persegi di Jalan Flamboyan III Kayu Tangi Banjarmasin.

Tepat pada tanggal 12 Nopember 1985 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Farmasi ISFI Banjarmasin oleh Bapak Kakanwil DepKes Prop Kalsel Bapak Dr.H. Hadi Santoso. Karena keadaan keuangan yang belum mencukupi maka baru pada tanggal 27 Juni 1988 dimulai pembangunan gedung tahap I dan selesai pada tanggal 10 Januari 1989 dengan luas bangunan 599 meter persegi yang dipergunakan untuk 3 ruang kelas, ruang Tata Usaha, ruang Guru, Perpustakaan, laboratorium Kimia dan ruang Kepala Sekolah.

Sejak tahun 1988 itu pembangunan terus dilakukan secara bertahap. Hingga tahun 2011 SMK Farmasi ISFI telah memiliki :

  • Tanah seluas 3821 M2
  • 12 (dua belas) ruang kelas masing-masing untuk 40 orang
  • 2 (dua) ruang untuk laboratorium resep
  • 1 (satu) ruang laboratorium kimia
  • 1 (satu) ruang laboratorium farmakognosi
  • 1 (satu) ruang laboratorium simulasi apotek
  • 1 (satu) ruang laboratorium Multimedia
  • 1 (satu) ruang laboratorium Bahasa Inggris
  • 1 (satu) ruang Bimbingan Konseling
  • 1 (satu) ruang OSIS
  • 1 (satu) ruang musholla
  • 1 (satu) kantin
  • 1 (satu) ruang Rapat
  • Ruang Guru
  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang Tata Usaha
  • Ruang Perpustakaan
  • Tempat parkir kendaraan guru dan siswa.